Pada bayi, tanda bahaya terkadang tidak selalu terlihat dalam bentuk batuk atau keluhan sesak seperti pada anak yang lebih besar.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku bayi. Bayi yang tampak lemas atau menjadi malas menyusu setelah berada di lingkungan yang terpapar abu vulkanik perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Perubahan kemampuan menyusu dapat menjadi tanda bahwa kondisi bayi sedang terganggu dan tidak boleh diabaikan.
Abu vulkanik juga dapat mengenai mata dan menyebabkan iritasi. Mata yang terkena abu dapat terasa perih, merah, berair, atau terasa mengganjal.
Jika terjadi iritasi, mata dapat segera dibilas menggunakan air bersih yang mengalir. Anak juga harus dilarang mengucek mata karena gesekan dapat memperburuk iritasi.