Secara global, WHO dalam Global Status Report on Cancer 2026 memproyeksikan jumlah kasus baru kanker dapat mencapai hampir 35 juta kasus per tahun pada 2050 jika tidak dilakukan perubahan strategis.
Kondisi tersebut membuat pengembangan metode pengobatan yang lebih efektif dan personal semakin dibutuhkan. Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah CAR-T cell therapy.
Secara sederhana, terapi ini mengambil sel T dari darah pasien. Sel T merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang berperan mengenali dan menyerang sel yang dianggap berbahaya.
Sel tersebut kemudian dibawa ke fasilitas khusus untuk dimodifikasi secara genetik. Tujuannya adalah membuat sel T memiliki chimeric antigen receptor (CAR), sebuah reseptor yang dirancang untuk mengenali target tertentu pada permukaan sel kanker.
Setelah dimodifikasi dan diperbanyak dalam jumlah besar, sel T tersebut kemudian dikembalikan ke tubuh pasien melalui infus.