Karena itu, pendekatan satu terapi untuk semua semakin ditinggalkan ketika tersedia pilihan yang memungkinkan pengobatan disesuaikan dengan karakteristik penyakit pasien.
Pengembangan data genomik juga berperan dalam proses tersebut. Pemerintah Indonesia melalui Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) tengah membangun basis data genomik populasi yang diharapkan dapat mendukung perkembangan kedokteran presisi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi perkembangan bioteknologi baru yang bersumber dari pemahaman terhadap DNA.
"Kalbe berada di garis terdepan (frontier) dari transformasi ini, dan tugas utama saya sebagai Menteri Kesehatan adalah memfasilitasi sektor industri agar siap menyambut gelombang bioteknologi baru, yang bersumber dari penemuan elemen fundamental kehidupan, yakni DNA," kata Menkes.
Menurut Menkes Budi, Indonesia telah memiliki dua basis data tingkat populasi yang mencakup sekitar 280 juta jiwa. Melalui BGSI yang diinisiasi pada 2022, pemerintah membangun basis data tingkat populasi ketiga, yakni basis data genomik.