"Kemajuan teknologi perlu berjalan bersama dengan clinical evidence, governance, dan kesiapan ekosistem sehingga inovasi dapat diterapkan secara aman, efektif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," jelas dr Sandy.
Hal tersebut menjadi penting karena terapi sel imun dapat menimbulkan efek samping serius.
Pada terapi CAR-T, misalnya, pasien dapat mengalami cytokine release syndrome (CRS), yakni respons peradangan yang terjadi ketika sel imun yang telah diaktifkan melepaskan berbagai sitokin dalam jumlah besar.
Pasien juga dapat mengalami gangguan neurologis tertentu sehingga terapi membutuhkan pemantauan dan penanganan oleh tim medis yang memiliki kompetensi khusus.
Perkembangan terapi sel dan gen juga membuat regulator harus bergerak mengikuti kemajuan teknologi.