Tidur Cuma Sebentar Setiap Hari? Dokter Ungkap Dampaknya bagi Otak

Muhammad Sukardi
Ilustrasi tidur. (Foto: Ilustrasi AI)

Dokter Oktaviana mengatakan, deteksi lebih awal dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.

"Deteksi dini melalui pemeriksaan seperti qEEG sangat membantu menentukan penanganan yang tepat," ujarnya.

Selain pemeriksaan, pendekatan untuk menjaga kesehatan otak dan tidur juga dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Dokter Febby Astari, IFMCP, mengatakan tidak ada satu program yang otomatis cocok untuk semua orang.

"Setiap program di Brain Wellness & Sleep Center disusun secara personal berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing klien, sehingga penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan otak serta tidur setiap individu," jelas dr. Febby.

Neurofeedback misalnya, digunakan untuk melatih otak memperbaiki pola gelombang yang tidak seimbang sebagai bagian dari pendekatan untuk mendukung fokus, kualitas tidur dan regulasi emosi. Sementara TPS merupakan teknologi non-invasif berbasis gelombang ultrasonik yang digunakan sebagai terapi penunjang fungsi kognitif.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
8 hari lalu

Tidur Siang 1 Jam Bisa Pulihkan Kemampuan Otak, Ini Penjelasan Dokter

14 hari lalu

Viral Pria Pura-Pura Tidur Lecehkan Perempuan di Bus JR Connexion, Polisi Turun Tangan

17 hari lalu

Jangan Cuma Hitung Durasi Tidur, Jam Bangun Tak Kalah Penting

22 hari lalu

Jangan Langsung Minum Kopi saat Bangun Tidur, Dokter Sarankan Lakukan Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal