Tidur Cuma Sebentar Setiap Hari? Dokter Ungkap Dampaknya bagi Otak

Muhammad Sukardi
Ilustrasi tidur. (Foto: Ilustrasi AI)

"Satu kali kurang tidur, itu tak masalah. Tapi, terus menerus gangguan tidur, kurang tidur, akan menyebabkan dampak yang negatif bagi kesehatan tubuh," katanya.

Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus, lanjut dr. Oktaviana, dapat meningkatkan stres dan hormon kortisol. Kondisi tersebut juga dapat berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif dan memori yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gaya hidup masyarakat urban menjadi salah satu tantangan. Waktu tidur yang minim, penggunaan gadget berlebihan serta tekanan pekerjaan membuat banyak orang terbiasa menganggap rasa lelah, sulit fokus atau mudah lupa sebagai konsekuensi biasa dari kesibukan.

Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda bahwa kualitas tidur dan kesehatan otak perlu mendapat perhatian lebih.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk melihat aktivitas otak adalah quantitative electroencephalography (qEEG) atau brain mapping. Pemeriksaan ini memetakan aktivitas gelombang otak sehingga dokter dapat memperoleh gambaran mengenai pola yang berkaitan dengan gangguan tidur, stres maupun risiko penurunan fungsi kognitif. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
8 hari lalu

Tidur Siang 1 Jam Bisa Pulihkan Kemampuan Otak, Ini Penjelasan Dokter

13 hari lalu

Viral Pria Pura-Pura Tidur Lecehkan Perempuan di Bus JR Connexion, Polisi Turun Tangan

17 hari lalu

Jangan Cuma Hitung Durasi Tidur, Jam Bangun Tak Kalah Penting

22 hari lalu

Jangan Langsung Minum Kopi saat Bangun Tidur, Dokter Sarankan Lakukan Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal