Menurut dr. Ngabila, ancaman polusi udara tidak berarti masyarakat harus menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan.
Yang lebih penting adalah melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi lingkungan. Masyarakat perlu mengetahui kapan kualitas udara sedang buruk, mengurangi paparan, menggunakan perlindungan yang sesuai, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Dengan begitu, aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan risiko kesehatan yang muncul akibat polusi udara dan cuaca panas.