JAKARTA, iNews.id - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ternyata tidak bisa dianggap sebagai debu biasa. Jika terhirup, partikel berukuran sangat kecil di dalam abu dapat masuk jauh ke saluran pernapasan, bahkan mencapai alveolus atau kantong udara di paru.
Dokter Spesialis Paru Primaya Evasari Hospital dr Shinta Chairiah, Sp.P, M.M, AIFO-K menjelaskan, abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda, karena mengandung komponen padat berupa serpihan batuan, mineral, dan kaca silika.
Material tersebut memiliki bentuk yang tidak benar-benar halus karena terdapat bagian yang tajam. Ukurannya pun bisa sangat kecil, sehingga berpotensi masuk ke saluran pernapasan bagian bawah.
"Komponen padatnya ini, dia itu berisi kayak serpihan bebatuan, serpihan mineral, dan juga kaca silika. Nah itu yang namanya serpihan, dia bukan berbentuk halus, mulus, enggak. Tapi dia potongan-potongan yang ujung-ujung ataupun sudutnya itu tajam," kata dr Shinta dalam podcast Holadok iNews - MNC Trijaya FM, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, partikel yang berukuran lebih besar masih dapat dibersihkan oleh mekanisme alami tubuh melalui sistem mucociliary clearance. Namun, partikel yang sangat kecil dapat lolos dari mekanisme tersebut dan masuk hingga ke bagian terdalam paru.