Waspada! Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Anak Krakatau Terbukti Berbahaya bagi Kesehatan

Mei Sada Sirait
Ilustrasi pakai masker untuk mencegah paparan abu vulkanik imbas erupsi. (Foto: Ilustrasi AI)

Kulit Bisa Mengalami Iritasi

Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membuat kulit mengalami iritasi. Kulit dapat terasa gatal, panas atau perih, disertai kemerahan, bengkak, hingga muncul ruam.

Risiko tersebut dapat meningkat ketika kulit berkeringat atau mengalami kontak cukup lama dengan abu.

Karena itu, setelah berada di area yang terkena hujan abu, masyarakat dianjurkan segera membersihkan bagian tubuh yang terpapar.

Paparan Berulang Perlu Diwaspadai

Bahaya abu vulkanik tidak hanya berkaitan dengan gejala yang muncul segera setelah paparan. Paparan debu vulkanik dalam jumlah besar atau berulang, terutama material yang mengandung silika, juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak terhadap paru-paru.

Paparan silika dalam jangka panjang dapat menyebabkan silikosis, yaitu penyakit paru akibat menghirup debu silika dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru dan mengganggu fungsi pernapasan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
6 jam lalu

Selain Soetta, Bandara Halim Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

6 jam lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sebagian Jakarta, Ini Suasana CFD Rasuna Said

6 jam lalu

Penumpang Menumpuk di Bandara Soetta, Penerbangan Dibatalkan karena Erupsi Anak Krakatau

7 jam lalu

Bandara Soetta Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Terdampak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal