Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membuat kulit mengalami iritasi. Kulit dapat terasa gatal, panas atau perih, disertai kemerahan, bengkak, hingga muncul ruam.
Risiko tersebut dapat meningkat ketika kulit berkeringat atau mengalami kontak cukup lama dengan abu.
Karena itu, setelah berada di area yang terkena hujan abu, masyarakat dianjurkan segera membersihkan bagian tubuh yang terpapar.
Bahaya abu vulkanik tidak hanya berkaitan dengan gejala yang muncul segera setelah paparan. Paparan debu vulkanik dalam jumlah besar atau berulang, terutama material yang mengandung silika, juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak terhadap paru-paru.
Paparan silika dalam jangka panjang dapat menyebabkan silikosis, yaitu penyakit paru akibat menghirup debu silika dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru dan mengganggu fungsi pernapasan.