Paparan abu juga dapat memperburuk kondisi orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan pernapasan, termasuk penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik. Pada kondisi tertentu, paparan tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan atau infeksi pada saluran pernapasan.
Abu vulkanik juga dapat membahayakan mata. Sifat partikelnya yang keras dan abrasif membuat abu berpotensi menyebabkan iritasi ketika masuk ke mata.
Gejalanya dapat berupa mata merah, gatal, berair, nyeri, atau muncul sensasi seperti ada benda asing yang mengganjal di dalam mata.
Paparan yang lebih berat bahkan dapat menyebabkan abrasi kornea, yakni goresan pada permukaan kornea. Karena itu, mata sebaiknya tidak digosok ketika terkena abu vulkanik.