Waspada! Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Anak Krakatau Terbukti Berbahaya bagi Kesehatan

Mei Sada Sirait
Ilustrasi pakai masker untuk mencegah paparan abu vulkanik imbas erupsi. (Foto: Ilustrasi AI)

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih menjadi perhatian. Badan Geologi menetapkan status aktivitas gunung tersebut pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Aktivitas erupsi dilaporkan disertai lava fountain, suara gemuruh hingga dentuman. Meski demikian, Badan Geologi menyatakan aktivitas erupsi saat ini belum berpotensi menimbulkan tsunami.

Potensi bahaya utama yang perlu diwaspadai berada di sekitar kawah aktif, terutama berupa aliran lava pijar dan lontaran material.

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki juga dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik tidak hanya perlu memperhatikan potensi bahaya erupsi secara langsung, tetapi juga menjaga kesehatan dengan membatasi paparan abu dan menggunakan perlindungan yang sesuai.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
6 jam lalu

Selain Soetta, Bandara Halim Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

6 jam lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sebagian Jakarta, Ini Suasana CFD Rasuna Said

6 jam lalu

Penumpang Menumpuk di Bandara Soetta, Penerbangan Dibatalkan karena Erupsi Anak Krakatau

7 jam lalu

Bandara Soetta Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Terdampak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal