JAKARTA, iNews.id – Ancaman kekeringan meteorologis membayangi Jakarta pada September 2026. Kondisi ini membuat masyarakat diingatkan untuk mulai menghemat air dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih.
Namun, ada risiko lain yang tidak boleh luput dari perhatian. Kekeringan ternyata tidak selalu membuat ancaman demam berdarah dengue (DBD) menurun. Dalam kondisi tertentu, musim kering justru dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Dokter dan epidemiolog dr. Dicky Budiman menjelaskan, hubungan antara kekeringan dan DBD memang cukup paradoks. Ketika persediaan air berkurang, masyarakat cenderung menyimpan air sebagai cadangan.
Masalahnya, penyimpanan air yang tidak dilakukan dengan benar dapat menciptakan tempat baru bagi nyamuk untuk berkembang biak.
"DBD ini memang paradoks. Kekeringan tidak selalu berarti DBD-nya turun. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa meningkat," ujar dr. Dicky saat dihubungi iNews.id, Jumat (4/9/2026).