Meski demikian, hubungan antara minuman berpemanis dan peningkatan risiko tekanan darah tinggi terlihat lebih kuat dibandingkan konsumsi jus buah.
Salah satu alasannya berkaitan dengan kandungan gula. Gula dalam minuman dapat diserap tubuh dengan cepat sehingga kadar gula darah dan insulin dapat meningkat dalam waktu singkat.
Fruktosa, salah satu jenis gula yang terdapat dalam minuman tersebut, juga dapat memengaruhi kadar nitric oxide dalam tubuh. Senyawa ini berperan membantu menjaga pembuluh darah tetap lentur sehingga aliran darah dapat berlangsung dengan baik.
Ketika kadar nitric oxide menurun, pembuluh darah dapat menjadi lebih kaku. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu aliran darah dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Masalahnya bukan hanya pada gula. Minuman manis juga dapat menyumbang kalori dalam jumlah cukup besar, terutama jika dikonsumsi setiap hari.