Sejarah Tradisi Lebaran Ketupat, Makna dan Filosofinya bagi Masyarakat Jawa

Kastolani Marzuki
Lebaran Ketupat memiliki makna dan filosofi yang mendalam khususnya bagi Muslim Jawa. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Hari Ini, Kamis (20/5/2021) merupakan perayaan Lebaran Ketupat atau Syawalan. Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilakukan sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia khususnya di Pulau Jawa setelah tujuh hari Idul Fitri.

Lebaran ketupat ini memiliki makna yaitu mengajak seorang muslim untuk menjadi pribadi yang baik, luhur akhlaknya dan meningkatkan amalan ibadah. 

Tradisi lebaran ketupat atau biasa disebut dengan Syawalan ini di kalangan masyarakat Jawa tidak lepas dari peran salah satu Walisongo, yakni Sunan Kalijaga

Pada saat itu, Kanjeng Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah yaitu, Bakda Lebaran yang merupakan tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah salat Idul fitri, dan Bakda Kupat yang merupakan perayaan sepekan setelahnya. 

Perayaan tradisi lebaran ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan dengan memasak ketupat dan mengantarkannya kepada sanak kerabat pada tradisi masyarakat Jawa.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngamuk! Sunan Kalijaga Angkat Bicara usai Dicap Tak Profesional oleh Erin

57 tahun lalu

Erin Wartia Ungkap Alasan Pecat Sunan Kalijaga sebagai Pengacara: Nggak Profesional

57 tahun lalu

Viral Sunan Kalijaga Ribut dengan Erin Wartia? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Erin Gandeng Pengacara Baru Lawan Eks ART, Sunan Kalijaga: Gak Mau Tahu!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal