Mengenal Rukyatul Hilal, Metode dalam Menentukan Awal Puasa Ramadhan

Kastolani Marzuki
Sejumlah perukyat mengamati hilal menggunakan teleskop di bukit Syekh Bela-belu, Kabupaten Bantul, Istimewa Daerah Yogyakarta (DIY). (Foto: Antara)

Walaupun tenyata metode Rukyat Al-Hilal ini dalam tenerapannya sedikit terdapat perbedaan dalam jumlah mereka yang melihat. Sebagian berpendapat bahwa kesaksian satu orang adil yang melihat bulan sudah bisa diambil. Ini didadari atas hadit yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar.

تراءى الناس الهلال، فأخبرت النبي أني رأيته، فصام رسول الله صلى الله عليه وسلم، وأمر الناس بصيامه

“Masyarakat tengah berusaha melihat bulan, maka akupun datang menemui nabi dan mengabarkan bahwa aku sudah melihat bulan, maka Rasulullah SAW berpuasa dan memerintahkan ummat Islam lainnya untuk berpuasa.” (HR. Abu Daud).

Jika dahulu rukyat (melihat) bulannya hanya dengan mata telanjang, maka sekarang proses melihat bulan sudah mengalami perkembangan, dengan didukung peralatan canggih modern.

Kehadiran alat teropong yang mampu memperbesar suatu benda hingga ribuan kali ini sagat membantu dalam proses observasi penentuan awal Ramadhan ini. Sehingga metode ini akan semakin baik hasilnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Kemenag Gelar Sidang Isbat Iduladha 1447 H 17 Mei, Pantau Hilal Zulhijah di 88 Titik

Nasional
6 hari lalu

BRIN Prediksi Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei, Berpotensi Serentak

Muslim
2 bulan lalu

Doa Puasa Ramadhan Hari ke-30: Memohon Ibadah Puasa Diterima, Teks Arab dan Artinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal