Sunnah Haji dan Umrah, Lengkap dengan Hal-Hal yang Dilarang

Rilo Pambudi
Sunnah haji dan umrah (Foto: SPA via Reuters/Ilustrasi)

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari alam semesta.” (Ali Imran: 97).

Sunnah Haji dan Umrah

Menukil dari laman NU, ulama Mazhab Syafi'i yang bernama Syekh Abu Syuja menyebutkan tujuh hal yang menjadi sunnah-sunnah haji dan umrah. Antara lain adalah sebagai berikut:

1. Ifrad, yaitu mendahulukan haji dibandingkan umrah.
2. Memperbanyak membaca Talbiyah (Labbaik allahumma labbaik).
3. Thawaf qudum.
4. Mabit (menginap) di Muzdalifah.
5. Shalat sunnah thawaf sebanyak dua rakaat.
6. Mabit di Mina.
7. Thawaf wada‘.

Namun, sebagian sunnah haji yang disampaikan Syekh Abu Syuja masuk ke dalam wajib haji, yakni mabit di Muzdalifah.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Evaluasi Berjalan Baik, Tahap Akhir Layanan Umrah Terminal 2F Soetta Maju ke 10 Juli

57 tahun lalu

Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Soetta Resmi Beroperasi, Layani 3 Maskapai

57 tahun lalu

Kemenhaj Minta Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Operasional Haji dan Umrah

57 tahun lalu

Danantara Akuisisi Hotel hingga Real Estate di Makkah untuk Jemaah Haji RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal