Berikut isi pernyataan perusahaan tempat Anita bekerja.:
Selamat siang rekan-rekan di media sosial.
Sehubung dengan maraknya pemberitaan di media sosial mengenai salah satu karyawan kami, dengan ini kami menyampaikan bahwa:
- Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan public tersebut, dan sangat mengapresiasi setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini.
- Informasi kronologis kejadian, bukti-bukti thread dan percakapan, serta usulan-usulan untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan (Anita), sudah kami terima dan kami tanggapi secara serius.
- Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan.
- Kami telah melakukan proses investigasi mengenai peristiwa ini, dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku
- Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan
Terima kasih
Usai pernyataan ini disampaikan secara terbuka ke publik melalui media sosial, netizen merasa kurang puas jika belum ada surat resmi bertanda-tangan Anita. Beberapa netizen menduga pernyataan itu hanya upaya meredam panas kasus ini.
"Seriusan nih? Apa hanya spam notif di sosmed untuk meredam konflik, sementara netizen bisa cek langsung di lapangan, lho. Kami butuh surat kop asli, beserta nama yang bersangkutan," ungkap @mmm***.
"No bukti hoaks. Sama kayak si mbak tumbler dan suaminya yang keukeuh minta CCTV. Kami juga butuh bukti," ujar @iay***.
"Beneran dipecat gak nih? Jangan-jangan sengaja keluarin statement biar perusahaan aman," kata @des***.
Hingga berita ini dibuat, sosok Anita mash menghilang dari media sosial. Akun Thread maupun Instagram lenyap bak ditelan Bumi setelah tahu curhatannya viral.