Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Di satu sisi, rasa lapar dan keinginan menyantap makanan berkalori tinggi meningkat, sementara di sisi lain tubuh cenderung lebih malas bergerak akibat kelelahan.
Jika kondisi itu berlangsung terus-menerus, seseorang dapat lebih mudah mengonsumsi makanan melebihi kebutuhan energi tubuh. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan kalori surplus yang menghambat upaya menjaga atau menurunkan berat badan.
"Nah, coba kita gabungkan semuanya: lebih lapar, lebih susah kenyang, cravings meningkat, lebih sedikit bergerak. Kondisi ini membuat kita lebih mudah makan melebihi kebutuhan tubuh dan akhirnya masuk ke dalam kondisi kalori surplus," tambah Vishal.
Meski demikian, Vishal mengingatkan kurang tidur tidak otomatis membuat berat badan langsung naik. Hubungannya lebih bersifat tidak langsung karena gangguan tidur dapat menciptakan kondisi yang membuat pengaturan pola makan dan aktivitas fisik menjadi lebih sulit.
"Jadi bukan berarti kurang tidur otomatis bikin berat badan naik. Tapi kalau kualitas tidur terus bermasalah, menjaga berat badan memang bisa menjadi lebih sulit," katanya.
Karena itu, selain mengatur pola makan dan rutin berolahraga, memperbaiki kualitas tidur juga penting bagi seseorang yang sedang berusaha menjaga berat badan. Tidur yang cukup dan restoratif dapat membantu tubuh menjalankan fungsi pemulihan sekaligus mendukung kebiasaan hidup yang lebih sehat.