Dewi menyebut dirinya pernah diremehkan terkait pekerjaan dan usaha yang dijalankannya. Dia kemudian berusaha menunjukkan bahwa bisnisnya memang berjalan dan telah melakukan aktivitas perdagangan melalui platform e-commerce sejak beberapa tahun lalu.
“Dia mem-bully keluarga aku. Dia bilang katanya, ‘Oh si Dewi ini enggak ada apa-apanya’, meremehkan usahaku,” ujar Dewi.
Dewi mengaku perlakuan tersebut berdampak terhadap kondisi mentalnya. Dia bahkan menyebut persoalan tersebut membuat beban yang dirasakannya semakin berat setelah sebelumnya mengalami trauma selama dua tahun.
“Jadi lebih kepada memang personal, tapi dari yang awalnya dia mem-bully bersama teman-temannya dia yang selevel sama dia, endingnya apa? Jadilah trauma, beban mental,” katanya.
Dewi pun memilih membuktikan persoalan tersebut melalui jalur hukum. Dia berharap langkah yang ditempuhnya dapat menjadi perhatian dan tidak dianggap sebagai upaya mencari popularitas.
Bagi Dewi, keputusan mengawal laporan terhadap Lisa Mariana bukan sekadar persoalan untuk mendapatkan sorotan publik, tetapi bentuk perjuangan setelah dirinya merasa dirugikan dan mengalami tekanan secara pribadi.