Nathaniel juga menyoroti munculnya anggapan bahwa perempuan yang berada di tempat hiburan malam pantas mendapatkan perlakuan tidak senonoh.
Menurut dia, keberadaan seseorang di kelab malam tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan dugaan kekerasan seksual.
"Jangan sampai ketika cewek-cewek keluar malam jam 02.00 dianggap cewek nakal yang pantas dilecehkan. Apakah semua cewek yang ke kelab itu pantas dilecehkan? Kan tidak," ucapnya.
Dia menyayangkan masih adanya budaya menyalahkan korban atau victim blaming ketika kasus dugaan kekerasan seksual menjadi perhatian publik.
Menurut Nathaniel, anggapan negatif semacam itu justru dapat membuat perempuan yang mengalami dugaan kekerasan seksual takut untuk berbicara dan mencari keadilan.