Di tengah polemik tersebut, Ardhito memberikan penegasan bahwa dirinya tidak keberatan apabila karya atau rekaman lagunya dimonetisasi.
Namun, dia meminta agar haknya sebagai pencipta tetap dihormati. Ardhito membedakan persoalan master rekaman dengan kepemilikan atas lagu yang dia ciptakan.
“Silakan monetisasi master yang kalian miliki dari lagu-lagu yang saya tulis sendiri,” tulis Ardhito.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam konflik karena Ardhito menyoroti hak ekonomi pencipta dan pengelolaan publishing karya.
Setelah polemik mengenai pengelolaan karya mencuat, persoalan tersebut akhirnya berkembang menjadi sengketa hukum.