Mitos atau Fakta Olahraga Malam Bisa Ganggu Otak? Begini Kata Dokter

Mei Sada Sirait
Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata kembali meluruskan mitos yang banyak dipercaya masyarakat soal olahraga malam hari. (Foto: Ilustrasi/AI)

“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.

Dia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat soal dampak kortisol terhadap otak. Menurutnya, penyusutan area otak akibat hormon kortisol biasanya terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit tertentu, bukan karena olahraga malam.

“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.

Sebaliknya, olahraga justru dinilai mampu melindungi kesehatan otak. Aktivitas fisik disebut dapat membantu meningkatkan kemampuan otak berkembang sekaligus menurunkan peradangan di area otak.

“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak,” katanya.

Saat ini, banyak orang memilih berolahraga pada malam hari karena baru memiliki waktu luang setelah bekerja atau menjalani aktivitas harian. Dr. Adam pun mengingatkan bahwa konsistensi berolahraga jauh lebih penting dibanding memperdebatkan waktu terbaik untuk melakukannya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
7 jam lalu

Ingin Punya Anak Sehat? Penelitian Ungkap Calon Ayah Sebaiknya Rutin Olahraga

11 jam lalu

Calon Ayah Rutin Olahraga Pengaruhi DNA Anak, Begini Kata Dokter

1 hari lalu

Sport Competition 2026 Dimulai! JHL Group Bangun Solidaritas Lewat Badminton, Basket dan Mini Soccer

2 hari lalu

Otot Menyusut Jadi Awal Tubuh Cepat Menua, Ini 10 Cara Mencegahnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal