Piramida Gizi Terbalik Jadi Tren Baru, Pola Makan Sehat Lebih Banyak Sayur

Mei Sada Sirait
Konsep piramida makanan terbalik mulai menarik perhatian karena mendorong konsumsi sayur dan buah lebih banyak. (Foto: AI)

Melalui konsep terbalik, masyarakat didorong untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih protein berkualitas tinggi, serta menekan asupan karbohidrat olahan dan gula tambahan dalam keseharian.

Piramida gizi konvensional yang dirancang oleh berbagai lembaga kesehatan umumnya menempatkan biji-bijian seperti nasi, roti, dan pasta sebagai dasar pola makan. Sebaliknya, piramida terbalik lebih menekankan makanan kaya nutrisi, bukan sekadar sumber energi, sehingga membantu tubuh memperoleh vitamin, mineral, serat, dan antioksidan penting.

Sejumlah ahli gizi menilai pendekatan ini cukup positif, terutama dalam upaya mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa piramida makanan bukan satu-satunya pedoman diet sehat, karena kebutuhan gizi setiap individu dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan kebutuhan kalori masing-masing.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
11 hari lalu

Kimpul Jadi Pangan Lokal yang Makin Populer, Apa Manfaatnya untuk Kesehatan?

11 hari lalu

Cuma 43% Balita Indonesia Dapat MPASI Beragam, Ahli Gizi Buka Suara!

11 hari lalu

Punya Budget Terbatas? Ahli Gizi Ungkap Cara Tetap Penuhi Nutrisi Keluarga

1 bulan lalu

Mentan Amran Tegaskan Sikat Habis Mafia Beras Fortifikasi, Targetkan Rampung 2 Pekan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal