Melalui konsep terbalik, masyarakat didorong untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih protein berkualitas tinggi, serta menekan asupan karbohidrat olahan dan gula tambahan dalam keseharian.
Piramida gizi konvensional yang dirancang oleh berbagai lembaga kesehatan umumnya menempatkan biji-bijian seperti nasi, roti, dan pasta sebagai dasar pola makan. Sebaliknya, piramida terbalik lebih menekankan makanan kaya nutrisi, bukan sekadar sumber energi, sehingga membantu tubuh memperoleh vitamin, mineral, serat, dan antioksidan penting.
Sejumlah ahli gizi menilai pendekatan ini cukup positif, terutama dalam upaya mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa piramida makanan bukan satu-satunya pedoman diet sehat, karena kebutuhan gizi setiap individu dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan kebutuhan kalori masing-masing.