Sebelum masuk ke industri film, Ida sudah menulis cerita pendek ketika masih duduk di bangku sekolah. Ia kemudian berkiprah sebagai wartawati yang meliput dunia film dan hiburan.
Kecintaannya terhadap cerita kemudian membawanya semakin jauh ke industri perfilman.
Ida terjun langsung ke dunia film pada 1974. Saat itu, ia bekerja sebagai script girl atau pencatat skrip dalam film Melawan Badai yang disutradarai Sofia W.D.
Dari sana, karier Ida berkembang. Ia kemudian dipercaya menjadi asisten sutradara dalam film Jangan Menangis Mama pada 1977.
Dua tahun kemudian, Ida mendapatkan kesempatan untuk duduk di kursi sutradara.
Film Guruku Cantik Sekali menjadi debut Ida Farida sebagai sutradara pada 1979.
Menariknya, film tersebut juga menjadi salah satu bukti kemampuan Ida dalam menulis skenario. Arsip perfilman mencatat Ida berperan sebagai sutradara sekaligus penulis naskah.