Setelah debut tersebut, karya-karyanya terus bermunculan.
Ia menyutradarai Busana dalam Mimpi (1980), Perawan-Perawan (1981), Merenda Hari Esok (1981), Tirai Malam Pengantin (1983), Tante Garang (1983), Asmara di Balik Pintu (1984), hingga Tak Ingin Sendiri (1985).
Dalam sejumlah karya tersebut, Ida tidak hanya bertugas sebagai sutradara. Ia juga kerap merangkap sebagai penulis skenario.
Latar belakangnya sebagai penulis membuat cerita menjadi salah satu kekuatan utama dalam karya-karyanya.
Perjalanan Ida Farida tidak berhenti di Indonesia.
Setelah menyutradarai Tak Ingin Sendiri pada 1985, Ida mendapat kesempatan bekerja di Malaysia. Ia disebut menetap dan berkarya di negeri jiran tersebut selama hampir empat tahun.
Salah satu film Malaysia yang disutradarainya adalah Suara Kekasih yang dirilis pada 1986.