Aksi Penembakan Kembali Guncang Prancis, Kali Ini Dilakukan Anggota Gangster

Arif Budiwinarto
Tangkapan layar aksi saling tembak anggota gangster di kota Montpellier, Prancis, Minggu (1/11/2020). (foto: Russia Today)

"Montpellier perlahan menjadi salah satu kota paling banyak kejahatan di Prancis," demikian kicau Wali Kota Montpellier dikutip dari Russia Today, Selasa (2/11/2020).

Aksi kekerasan di Prancis meningkat

Insiden tersebut hanya berselang sehari setelah seorang pendeta Ortodoks Yunani jadi korban penembakan jarak dekat di Gereja Ortodoks di kota Lyon, Sabtu (31/10/2020).

Aksi kejahatan dan kekerasan di Prancis meningkat dalam sebulan terakhir bersamaan dengan ramainya kecaman terhadap penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo.

Seorang guru sejarah bernama Samuel Paty tewas dengan kondisi mengenaskan leher tergorok usai membahas kartun Nabi Muhammad dalam kelas kebebasan berekspresi pada pertengahan Oktober kemarin.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Mewah Jaksel, Senjata Api Ditemukan di TKP

13 hari lalu

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

13 hari lalu

Kaca di Gedung BGN Pecah, Polisi Pastikan Bukan karena Ditembak

14 hari lalu

Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal