Amerika Uji Coba Senjata Nuklir, Perjanjian NPT Bisa Runtuh

Anton Suhartono
Perintah Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir menuai kecaman keras dari berbagai kalangan internasional (Foto: US Air Force))

JENEWA, iNews.id - Perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir menuai kecaman keras dari berbagai kalangan internasional. Langkah kontroversial tersebut dinilai bukan hanya tidak memiliki dasar kuat, tapi juga berpotensi meruntuhkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), salah satu pilar utama keamanan global.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengendalian Senjata (ACA) Daryl Kimball menyebut keputusan Trump sebagai tindakan “bodoh” yang akan memicu reaksi berantai dari negara-negara lain pemilik senjata nuklir.

“Tidak ada negara, kecuali Korea Utara, yang telah melakukan uji coba nuklir di abad ini. Dengan secara bodoh mengumumkan niat untuk melanjutkan uji coba, Trump akan memicu penolakan publik yang kuat di Nevada, dari sekutu-sekutu AS, dan bahkan bisa menyebabkan runtuhnya Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir,” ujar Kimball, dikutip dari Sputnik, Kamis (30/10/2025).

NPT Terancam Gagal Jalankan Misi

NPT, yang telah berlaku sejak 1970, merupakan fondasi utama pengendalian penyebaran senjata nuklir di dunia. Melalui perjanjian ini, negara-negara penandatangan sepakat untuk mencegah proliferasi nuklir dan berkomitmen terhadap pelucutan senjata secara bertahap.

Namun, langkah Trump justru dinilai melanggar semangat NPT, karena mendorong negara lain untuk melakukan hal serupa dengan dalih menjaga keseimbangan kekuatan militer.

Kimball memperingatkan, jika AS, sebagai negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia, melanjutkan uji coba, negara lain seperti Rusia, China, India, dan Pakistan mungkin akan mengikuti langkah serupa. 

Tak Ada Alasan Kuat Lanjutkan Uji Coba

Kimball menegaskan AS tidak memiliki alasan teknis, militer, atau politik yang cukup untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir.

Menurut dia, teknologi modern sudah memungkinkan simulasi dan pengujian sistem persenjataan tanpa perlu melakukan ledakan nuklir nyata.

“Badan Keamanan Nuklir Nasional AS memperkirakan butuh setidaknya 36 bulan untuk mempersiapkan lokasi uji coba di Nevada,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat ke Rp17.333 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Internasional
5 jam lalu

Kongres AS Minta Akses Senjata Nuklir Israel, Berapa Jumlah Hulu Ledaknya?

Internasional
6 jam lalu

Presiden Kuba Kecam Menlu AS: Pejabat Negara Tak Tahu Instruksi Trump!

Internasional
7 jam lalu

Hakim AS Rilis Surat Bunuh Diri Predator Seks Jeffrey Epstein, Ini Isinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal