AS Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Unit Militer Israel, PM Netanyahu Pasang Badan

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu akan melawan sanksi yang dijatuhkan AS terhadap unit militer atas tuduhan pelanggaran HAM berat di Tepi Barat (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu akan melawan sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap unit militer atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). AS pada Jumat lalu lebih dulu mengumumkan serangkaian sanksi terhadap pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Sebelumnya media AS Axios melaporkan, pemerintah berencana menjatuhkan sanksi terhadap Batalion Netzah Yehuda Israel yang beroperasi di Tepi Barat. Sanksi dijatuhkan atas serangkaian serangan pemukim Yahudi, dibantu tentara, terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat.

Pengumuman ini menggambarkan rasa frutrasi pemerintahan Presiden Joe Biden menghadapi ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta kelompok sayap kanan Israel. Puncaknya, AS terpikirkan untuk juga menjatuhkan sanksi terhadap tentara yang terlibat serangan. 

“Jika ada yang berpikir mereka bisa menjatuhkan sanksi terhadap unit IDF (Pasukan Pertahanan Israel), saya akan melawannya dengan seluruh kekuatan,” kata Netanyahu, dikutip dari Reuters.

Sementara itu anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, mengatakan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken guna memintanya untuk mempertimbangkan rencana sanksi tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal