AS Murka Permintaannya Tak Digubris OPEC, Pangeran Arab Saudi Ancam Balik dengan Jihad

Umaya Khusniah
Pangeran Saud Al Shaalan mengancam balik AS dan Barat. (Foto: Tangkapan layar Twitter)

“Anggota OPEC+ bertindak secara bertanggung jawab dan mengambil keputusan yang tepat,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan al-Saud, Selasa (11/10/2022), seperti dikutip Alarabiyah.

Keputusan OPEC+ menuai reaksi keras dari Amerika Serikat. Presiden Joe Biden bahkan mengancam bakal ada konsekuensi pada hubungan AS dan Arab Saudi pascakeputusan pemangkasan produksi minyak oleh organisasi itu. 

"Bakal ada beberapa konsekuensi terkait apa yang mereka (Arab Saudi) lakukan dengan Rusia," kata Joe Biden katanya akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Washington DC memang mencoba memaksa negara-negara OPEC, termasuk Arab Saudi sendiri, agar meningkatkan produksi mereka untuk melawan kenaikan harga minyak domestik.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal