Banjir Dahsyat Tewasakan Ratusan Orang, Netizen Nepal Salahkan China

Anton Suhartono
Media massa dan netizen Nepal meluapkan kemarahan kepada China karena tak memberikan peringatan dini mengenai ancaman banjir bandang dahsyat pada Rabu lalu (Foto: AP)

KATHMANDU, iNews.id - Media massa dan netizen Nepal meluapkan kemarahan kepada China karena tak memberikan peringatan dini mengenai ancaman banjir bandang dahsyat sebagaimana terjadi pada Rabu (26/8/2026). Hingga Sabtu (29/8/2026), lebih dari 600 orang tewas dan hampir 2.500 lainnya hilang di dua negara akibat banjir mengerikan tersebut.

Muara dari banjir bandang tersebut berada di wilayah otonomi khusus Tibet, China, kemudian  bergerak ke wilayah Nepal yang paling mengalami dampak paling buruk.

Pemerintah China buru-buru menepis tuduhan tersebut dengan mengatakan runtuhnya gunung es di pegunungan Himalaya, hingga memicu banjir sedahsyat itu, tak diperkirakan.

"Nepal dan Tiongkok telah menjalin komunikasi yang erat terkait penanganan bencana lintas batas," bunyi pernyataan Kedutaan Besar China di Kathmandu, dikutip Minggu (30/8/2026).

Pernyataan itu juga menyebutkan adanya pertemuan antar-lembaga pemerintah kedua negara pada Mei lalu. Hasil pertemuan menunjukkan kemajuan berarti dalam mendorong pembentukan mekanisme pertukaran informasi bencana lintas-negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

2 hari lalu

Banjir Bandang Terjang Padang, Akses Jalan Terputus dan Aktivitas Warga Lumpuh

2 hari lalu

Banjir dan Longsor di Nepal, 100 Lebih Pendaki dari Berbagai Negara Terjebak

2 hari lalu

Kondisi Kesehatan Warga Padang Memburuk Pasca-Banjir Bandang, Didera Pusing dan Stres

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal