Bashar Al Assad Bantah Sengaja Kabur ke Rusia Setelah Digulingkan: Tidak Direncanakan!

Anton Suhartono
Bashar Al Assad membantah bermaksud untuk meninggalkan Suriah setelah kelompok bersenjata Hayat Tahrir Al Sham (HTS) mendekati jantung Kota Damaskus (Foto: AP)

"Karena tidak ada cara yang layak untuk meninggalkan pangkalan tersebut, Moskow meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi segera ke Rusia pada Minggu 8 Desember malam," bunyi pernyataan.

Assad mengaku meninggalkan Suriah sehari setelah jatuhnya Damaskus, yakni ditandai dengan runtuhnya posisi militer terakhir serta lumpuhnya seluruh lembaga pemerintahan yang ada.

Pasukan oposisi yang dipimpin HTS hanya butuh waktu kurang dari 2 pekan untuk menggulingkan rezim Bashar Al Assad. Serangan dimulai dari Idlib lalu Aleppo, Hama, Homs, hingga merebut Damaskus. Hal yang mengejutkan, pejuang HTS merebut Damaskus tanpa perlawanan berarti dari pasukan Assad.

Para pejuang HTS memasuki Damaskus pada 8 Desember dini hari lalu mengumumkan berakhirnya kekuasaan rezim keluarga Assad yang telah berkuasa lebih dari 50 tahun.

Bashar Al Assad mulai memimpin Suriah pada 2000 setelah kematian ayahnya, Hafez Al Assad, juga di tahun yang sama.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Militer Amerika Sita Kapal Tanker Rusia

Nasional
20 jam lalu

Densus 88 Sebut Ledakan SMAN 72 Jakarta Menginspirasi Penikaman Bocah di Rusia

Internasional
3 hari lalu

Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Internasional
6 hari lalu

Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal