China Klaim Usir Kapal Perang Amerika di Laut China Selatan

Anton Suhartono
Kapal perang USS Benfold (Foto: Reuters)

"Di bawah hukum internasional, sebagaimana tercermin dalam Konvensi Hukum Laut, kapal-kapal semua negara, termasuk kapal perang, memiliki hak melintas secara damai di wilayah laut (negara lain). Dengan terlibat dalam lintas damai tanpa memberikan pemberitahuan sebelumnya atau meminta izin dari salah satu pihak yang mengklaim, Amerika Serikat menentang pembatasan yang diberlakukan oleh China, Taiwan dan Vietnam," kata AL AS.

Ratusan pulau, terumbu karang, dan atol di Laut China Selatan menjadi obyek sengketa China, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. China mengklaim hak atas sumber daya dengan berpegangan pada sembilan garis putus-putus yang mencakup sebagian besar wilayah perairan tersebut.

"Dengan melakukan operasi ini, Amerika Serikat menunjukkan bahwa perairan itu berada di luar apa yang dapat diklaim secara sah oleh China sebagai wilayah lautnya dan bahwa garis pangkal yang diklaim China di sekitar Kepulauan Paracel tidak sesuai dengan hukum internasional," kata Angkatan Laut AS.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya mengatakan, kebebasan laut adalah kepentingan abadi bagi semua negara.

"Tidak ada tatanan maritim berbasis aturan di bawah ancaman yang lebih besar daripada di Laut China Selatan. Republik Rakyat China terus memaksa dan mengintimidasi negara-negara Asia Tenggara, mengancam kebebasan navigasi di jalur global yang kritis ini," ujarnya.

Dalam putusannya pada 2016, Pengadilan Arbitrase Den Haag juga menyatakan, China mengganggu hak penangkapan ikan oleh Filipina di Scarborough Shoal serta melanggar hak kedaulatan negara tersebut dengan mengeksplorasi minyak dan gas di dekat Reed Bank.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Menipu Rp11,6 Triliun, Anak Wali Kota di Filipina Diburu FBI

3 jam lalu

Trump Bakal Klaim Selat Hormuz Milik AS, Iran: Hanya Kami yang Bisa Buka-Tutup

4 jam lalu

Nah! Negara-Negara Teluk Mulai Frustrasi dengan AS, Perang Iran Tak Kunjung Usai

5 jam lalu

Rombak Jajaran Petinggi Militer, Iran Siapkan Perang Panjang Lawan AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal