Coober Pedy, Kota Bawah Tanah di Australia dengan Pemandangan Menakjubkan

Ami Heppy S
Coober Pedy, Kota Bawah Tanah di Australia (Foto: South Australia)

Hal ini kemudian membuat sejumlah penduduk membangun rumah dibawah tanah hingga terciptalah sebuah pemukiman.
Melansir Britannica, pemukiman yang didirikan tersebut kemudian diberi nama Coober Pedy oleh Progress and Miners Association setempat pada tahun 1920.

Nama tersebut diambil dari sebuah frasa Aborigin “kupa piti” yang diterjemahkan sebagai “lubang air” atau “orang kulit putih di dalam lubang”.
Kemudian pada tahun 1960, Coober Pedy ditetapkan sebagai sebuah kota dan mengalami perkembangan pesat pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Diperkirakan sekitar 50 persen penduduk Coober Pedy tinggal di bawah tanah. Kebanyakan rumah galian digali di lereng bukit daripada digali dari poros.

Tanah di lereng bukit Coober Pedy cukup stabil untuk memungkinkan bentang langit-langit yang besar di kamar-kamar dan bukan hal yang aneh bagi keluarga penambang untuk membeli properti dan terowongan yang berdampingan untuk menghubungkan dua tempat tinggal, atau bahkan tiga atau empat. 

Beberapa rumah bergaya mansion tersebar hingga 450 meter persegi di bawah tanah.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
7 hari lalu

Indra Bekti Tunda Rencana Pindah ke Australia, Ini Alasannya

18 hari lalu

Roy Suryo Soroti Surat Keterangan Pendidikan Gibran di Australia, Ini Temuannya

19 hari lalu

Heboh! Puluhan Ribu Medali Ajang Sydney Marathon 2026 Salah Cetak

1 bulan lalu

Rekor Penerbangan Terpanjang, Pesawat Airbus A350 Terbang 24 Jam Nonstop Australia-Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal