Berdasarkan kesepakatan tahun 2020 antara Taliban dan pemerintahan periode pertama Trump, semua pasukan asing harus meninggalkan Afghanistan pada 2021. Setelah itu Taliban akan membentuk pemerintahan sementara, yang saat ini telah berkuasa.
Fitrat juga mendesak pemerintah AS untuk berpegang teguh pada Perjanjian Doha seraya menyerukan kepada AS untuk mengadopsi kebijakan realisme dan rasionalitas ketimbang menggunakan kembali pendekatan masa lalu yang gagal.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Afghanistan Qari Fasihuddin Fitrat mengatakan, ada pihak-pihak yang ingin merebut kembali Bagram melalui interaksi politik.
Dia menegaskan, Afghanistan tidak akan menyerahkan sejengkal tanah kepada siapa pun
"Ini adalah hal yang tak mungkin dan mustahil," ujarnya.
"Bersandar kepada Allah SWT, kami tidak takut kepada siapa pun, tidak kepada penindas atau perundung, dan kami membuktikannya melalui 20 tahun perjuangan melawan penjajahan Amerika Serikat dan sekutunya," katanya.
Menteri Pertahanan Afghanistan Mohammad Yaqoob Mujahid memberikan pernyataan lebih tegas.
"Jawaban kami adalah, jika Anda tidak pergi dan menginginkan pangkalan itu, kami siap melawan Anda 20 tahun lagi," ujarnya.