Pimpinan Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengisyaratkan bahwa protes didanai pihak asing.
"Seseorang sedang mencoba menarik (Lebanon) ke arah perang saudara," ujar Nasrallah.
Hariri dan pemerintahan koalisinya, termasuk Hizbullah, sebelumnya menyepakati rencana reformasi untuk mencoba menindak pengunjuk rasa, tetapi mereka tetap melanjutkan protes.
Wartawan BBC, Martin Patience, mengatakan banyak anggota masyarakat yang sudah lelah terhadap kebuntuan ekonomi, korupsi yang meluas, dan langkanya sarana umum.
Dia memyebut, keadaan ini akan membuat negara Barat waspada.
Sebelumnya Lebanon dipandang sebagai daerah yang stabil di Timur Tengah yang bergolak.
Kesepakatan berbagi kekuasaan yang mengakhiri perang saudara 30 tahun lalu menciptakan perdamaian, tetapi ternyata hal ini gagal menghentikan memburuknya krisis ekonomi.