Direbut Taliban, Nilai Peralatan Militer Peninggalan AS Tembus Rp1.200 Triliun

Ahmad Islamy Jamil
Para pejuang Taliban dengan kendaraan lapis baja berkumpul untuk merayakan penarikan AS dari Afghanistan, di Kandahar pada 1 September 2021. (Foto: EPA-EFE)

KABUL, iNews.id – Kepergian pasukan Amerika Serikat dan NATO dari Afghanistan, bulan lalu, menyisakan sejumlah “peninggalan” di negara yang kini dikuasai Taliban itu. Di antaranya berupa peralatan militer AS yang nilainya mencapai ratusan triliun bahkan mungkin menembus 1.200 triliun rupiah.

Setelah menguasai Afghanistan, Taliban kini dilaporkan memiliki lebih dari 2.000 kendaraan lapis baja dan hingga 100 pesawat tempur (termasuk UH-60 Black Hawk Amerika dan Mi-17 Rusia).

Awalnya, beberapa kalangan beranggapan ribuan kendaraan militer “warisan” Barat itu tidak akan berguna bagi Taliban karena kurangnya operator yang berpengalaman untuk mengoperasikannya. Namun, faktanya tidak demikian. Sebuah parade yang digelar Taliban di Kandahar belum lama ini menunjukkan, mereka ternyata mampu melatih operator kendaraan itu, termasuk pilot helikopter. 

Keahlian Taliban dengan peralatan militer Amerika menunjukkan, kelompok itu berhasil merekrut anggota Tentara Nasional Afghanistan—yang sebelumnya dilatih AS. Selain itu, banyak pula lembaga menyebut Taliban mendapatkan dukungan dari negara-negara lain. 

“Dukungan asing ini akan memungkinkan Taliban memiliki akses tambahan ke operator dan instruktur kendaraan yang berpengalaman,” ungkap pakar militer AS, Vikram Mittal, dalam artikelnya Taliban Won’t Gain Much From U.S. Military Equipment Left In Afghanistan yang dimuat Forbes, Rabu (8/9/2021).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi

57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

57 tahun lalu

Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal