Disorot karena Gelar Rapat Jam 3 Pagi, PM Jepang Takaichi: Kerja, Kerja, Kerja!

Anton Suhartono
Sanae Takaichi kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya yang dianggap semakin menegaskan budaya kerja ekstrem di Jepang (Foto: AP)

Takaichi menjelaskan bahwa pekerja dan pemberi kerja memiliki kebutuhan berbeda, dan banyak warga Jepang yang kini menjalani dua pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup. Menurutnya, pembatasan lembur justru menjadi hambatan bagi sebagian pekerja dan perusahaan.

Di sisi lain, dia berjanji perubahan aturan lembur tidak akan mengabaikan kesehatan fisik dan mental karyawan. 

“Jika kita bisa menciptakan situasi di mana orang bisa menyeimbangkan pengasuhan anak, bekerja, menikmati waktu luang, dan bersantai, itu akan ideal,” katanya, mengutip pandangan bahwa fleksibilitas seharusnya tetap dijaga.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalimantan, Menhan Sjafrie Apresiasi dan Anugerahkan Tanda Kehormatan

3 hari lalu

Perjalanan Cinta Jerome Polin dan Gracia Caroline, dari Adik Kelas di Jepang hingga Segera Menikah

3 hari lalu

Profil Gracia Caroline, Calon Istri Jerome Polin yang Punya Segudang Prestasi!

6 hari lalu

KAI Segera Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, Atasi Kekurangan Kereta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal