Disorot karena Gelar Rapat Jam 3 Pagi, PM Jepang Takaichi: Kerja, Kerja, Kerja!

Anton Suhartono
Sanae Takaichi kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya yang dianggap semakin menegaskan budaya kerja ekstrem di Jepang (Foto: AP)

TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri JepangSanae Takaichi kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya yang dianggap semakin menegaskan budaya kerja ekstrem di Negeri Sakura.

Di tengah kritik publik karena memaksa staf rapat pukul 03.00 dini hari, Takaichi justru menegaskan pemerintahannya tengah mempertimbangkan penghapusan batas lembur 45 jam per bulan, langkah yang dinilai banyak pihak akan makin “menghalalkan” lembur tanpa batas.

Komentar Takaichi, termasuk pengakuan hanya tidur 2 hingga 4 jam setiap malam, menjadi simbol dari gaya kepemimpinannya yang superintensif. 

“Saya tidur sekitar 2 jam sekarang, paling lama 4 jam. Saya merasa itu buruk untuk kulit saya,” ujarnya, dalam rapat komite legislatif parlemen, Kamis (13/11/2025). 

Pernyataan itu disampaikan ketika dia ditanya tentang pentingnya mengurangi jam kerja panjang yang telah lama menjadi masalah serius di Jepang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalimantan, Menhan Sjafrie Apresiasi dan Anugerahkan Tanda Kehormatan

3 hari lalu

Perjalanan Cinta Jerome Polin dan Gracia Caroline, dari Adik Kelas di Jepang hingga Segera Menikah

3 hari lalu

Profil Gracia Caroline, Calon Istri Jerome Polin yang Punya Segudang Prestasi!

6 hari lalu

KAI Segera Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, Atasi Kekurangan Kereta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal