Dokter Penemu Ebola Peringatkan Potensi Wabah Lebih Parah dari Corona

Anton Suhartono
Jean-Jacques Muyembe Tamfum (Foto: The Sun)

Saat meneliti Ebola, Muyembe mengambil sampel darah dari korban. Sembilan dari 10 korban Ebola meninggal dunia. Sampel tersebut diambil dari Kongo lalu dikirim ke ilmuwan di seluruh dunia untuk dipelajari. Virus berbentuk cacing yang ditemukan di darah pasien itu dinamai Ebola, diambil dari nama sungai.

Diyakini virus yang memicu pendarahan internal itu pertama kali menyebar ke manusia dari hewan, kemungkinan besar kelelawar.

Pria yang kini menjadi peneliti Institut National de Recherche Biomedicale, Kinshasa, Kongo, itu memperingatkan akan ada lebih banyak penyakit zoonosis di mana patogen melompat dari hewan ke manusia.

Covid-19 merupakan salah satu penyakit zoonosis yang dikhawatirkan berpindah dari hewan ke manusia di pasar basah Kota Wuhan, China, pada Desember 2019.

Muyembe yakin manusia yang juga bersinggungan dengan alam liar bisa meningkatkan risiko pandemi baru.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 hari lalu

Tragis! Perahu Diserang Kuda Nil, Ibu dan 2 Anaknya Tewas Tenggelam

22 hari lalu

Epidemiolog Ungkap Risiko Wabah Pes Rusia Masuk Indonesia Sangat Kecil

1 bulan lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

1 bulan lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal