Facebook Diminta Bentuk Tim Atasi Ujaran Kebencian terhadap Rohingya

Anton Suhartono
Kofi Annan (Foto: AFP)

Hal senada disampaikan Annan, media sosial bahkan membuat krisis di Myanmar menjadi lebih buruk.

"Jika memang itu masalahnya, apakah ada titik temu ketika tindakan pencegahan bisa diambil untuk menghentikan penyebaran pesan? Ini adalah masalah yang mungkin perlu dipikirkan," kata Annan, dikutip dari Reuters.

Pertanyaan itu ditanggapi Cox, "Itu sesuatu yang kami anggap serius."

Saat ini Facebook memiliki lebih dari 7.500 karyawan bertugas memantau posting-an yang melanggar aturan perusahaan. Namun kendalanya, di beberapa negara Facebook membutuhkan orang yang memahami kondisi sosial setempat, termasuk Myanmar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Asfinawati Ungkap Konsep Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras-Agama: Bukan Orang per Orang

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Pigai Sebut Pernyataan Amien Rais Bukan Kebebasan Berpendapat, Berpotensi Langgar HAM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal