Facebook Diminta Bentuk Tim Atasi Ujaran Kebencian terhadap Rohingya

Anton Suhartono
Kofi Annan (Foto: AFP)

Hal senada disampaikan Annan, media sosial bahkan membuat krisis di Myanmar menjadi lebih buruk.

"Jika memang itu masalahnya, apakah ada titik temu ketika tindakan pencegahan bisa diambil untuk menghentikan penyebaran pesan? Ini adalah masalah yang mungkin perlu dipikirkan," kata Annan, dikutip dari Reuters.

Pertanyaan itu ditanggapi Cox, "Itu sesuatu yang kami anggap serius."

Saat ini Facebook memiliki lebih dari 7.500 karyawan bertugas memantau posting-an yang melanggar aturan perusahaan. Namun kendalanya, di beberapa negara Facebook membutuhkan orang yang memahami kondisi sosial setempat, termasuk Myanmar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

13 hari lalu

Mark Zuckerberg Jadi Orang Terkaya ke-5 di Dunia, Kekayaannya Tembus Rp4.599 Triliun

14 hari lalu

Makin Tajir! Kekayaan Mark Zuckerberg Melesat Jadi Rp4.518 Triliun gegara Muse

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal