G7 Sebut Perang Rusia-Ukraina Picu Krisis Pangan Dunia yang Parah dalam Sejarah 

Umaya Khusniah
G7 sebut perang di Ukraina memicu krisis pangan dan energi global terutama bagi negara-negara miskin. (Foto: Reuters)

BERLIN, iNews.id - Perang di Ukraina memicu krisis pangan dan energi global terutama bagi negara-negara miskin. Langkah-langkah darurat perlu diambil untuk membuka blokiran Rusia terhadap penyimpanan gandum dan biji-bijian di Ukraina.  

"Agresi Rusia telah memicu salah satu krisis pangan dan energi paling parah dalam sejarah baru-baru ini. Perang ini mengancam mereka yang paling rentan di seluruh dunia,” kata kelompok itu.

Hal ini disampaikan Kelompok Tujuh (G7) pada Sabtu (14/5/2022). Mereka telah menggelar pertemuan selama tiga hari di Pantai Laut Baltik Jerman. 

Mereka menambahkan, G7 akan mempercepat respons multilateral yang terkoordinasi demi menjaga ketahanan pangan global. Selain itu, G7 akan mendukung negara-negara miskin yang terimbas. 

Selain itu, G7 juga memperingatkan China agar tak membantu Rusia. Di antaranya dengan mengganggu sanksi internasional.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
2 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
3 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal