JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Investor mencermati kemungkinan meningkatnya kembali ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran usai pemilihan paruh waktu atau midterm elections.
Pada perdagangan Sabtu (7/11/2026), minyak mentahBrent sebagai patokan internasional berada di angka 98,32 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di level 90,83 dolar AS per barel.
Meski menguat pada perdagangan terakhir pekan ini, kedua acuan harga minyak tersebut tetap mencatat penurunan besar secara mingguan. Brent merosot lebih dari 16 persen, sedangkan WTI terkoreksi hampir 13 persen.
Pelaku pasar kini menilai apakah berakhirnya pemilihan paruh waktu di AS akan membuka jalan bagi Washington untuk kembali mengambil tindakan militer terhadap Iran. Situasi tersebut berpotensi mengancam pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Pendiri sekaligus Presiden Rapidan Energy Group, Bob McNally memperkirakan kemungkinan konflik militer kembali pecah mencapai 80 persen. Dia menilai, harga kedua acuan minyak dunia berpeluang kembali menembus 100 dolar AS per barel.