Hari Valentine yang Sunyi di China: Ketika Perasaan Cinta Terhalang Virus Korona

Nathania Riris Michico
Pasangan China berjalan di sepanjang jalan di Hari Valentine di Beijing pada Februari 2017. (FOTO: NICOLAS ASFOURI / AFP)

"Saya juga tidak ingin dia kembali (ke China) -bagaimana jika dia terinfeksi dalam perjalanan kembali (ke Taiwan)?" katanya, kepada AFP.

Namun, bagi Li di Beijing, terkurung di rumah berarti lebih banyak waktu dengan pacar. Di masa lalu, keduanya sangat sibuk dan hanya bertemu setelah pukul 22.00 pada hari kerja.

Berbeda dengan Miao dan pacarnya, yang berada dalam hubungan jarak jauh; menjadi relawan dalam pekerjaan bantuan di tengah wabah menbuat mereka justru lebih dekat.

Kedua siswa itu membantu warga dan komunitas di Wuhan, wilayah pusat penyebaran virus, dengan tugas-tugas seperti menelepon untuk mengatur transportasi mobil.

"Ada perasaan bekerja sama," katanya, kepada AFP.

"Bahkan jika kita tidak bisa bersama secara fisik, dalam beberapa hal kita bersama."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

6 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

6 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

7 hari lalu

Virus Baru ALTNV Mematikan? Ini Jawabannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal