Jepang Tak Terapkan Keadaan Darurat meski Kasus Covid Cetak Rekor, Vaksinasi Mulai Februari

Anton Suhartono
Yoshihide Suga (Foto: Reuters)

Tim panel Kementerian Kesehatan Jepang merekomendasikan warga berusia 65 tahun ke atas sebagai salah satu yang diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19.

Pemerintah juga membuat pedoman yang memprioritaskan petugas medis di garis depan serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk berada di antrean paling awal mendapatkan vaksin.

Penderita sakit jantung, gangguan pernapasan, dan sakit ginjal kronis, merupakan kalangan yang memiliki syarat diberi prioritas mendapatkan vaksin.

Rekomendasi tersebut mencakup 36 juta warga lanjut usia serta 8,2 juta orang yang mengalami kondisi kesehatan bersyarat sebagai kelompok pertama yang disuntik.

Jepang sudah meneken kesepakatan pembelian 290 juta dosis vaksin dari Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna, yang cukup untuk 145 juta orang, sementara jumlah penduduk mencapai 126 juta.

Negara itu menghadapi gelombang ketiga infeksi virus corona, membuat sistem layanan medis menghadapi tekanan berat.

Tokyo sebagai wilayah terparah akibat pandemi meminta 14 juta warganya untuk tidak keluar selama musim libur akhir tahun. Kota metropolitan itu mengalami rekor tertinggi lonjakan harian sepekan terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
19 jam lalu

PM Jepang Takaichi: Saya Bekerja 3-4 Jam Lebih Lama daripada PM Laki-Laki

20 jam lalu

Pemerintah Bantah Minta Jepang Setop Bantu Tangani Karhutla: Operasional hanya 2 Minggu

1 hari lalu

Gara-Gara Gunting Hilang, Puluhan Penerbangan di Bandara Jepang Ditunda dan Dibatalkan

3 hari lalu

Menkeu Suahasil Ubah Bea Masuk Impor Jepang, Suku Cadang hingga Mesin Bisa 0%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal