Kekerasan Anti-Muslim Menyebar, Presiden Sri Lanka Imbau Warga Tetap Tenang

Nathania Riris Michico
Pasukan keamanan Sri Lanka melakukan pemeriksaan di sudut ibu kota Colombo, Senin (13/05), setelah jam malam diberlakukan di seluruh pelosok negara itu. (FOTO: LAKRUWAN WANNIARACHCHI/AFP)

KOLOMBO, iNews.id - Sri Lanka menerapkan jam malam di seluruh pelosok negeri, setelah kerusuhan anti-Muslim menyebar ke sejumlah kota, sejak serangan bom di sejumlah gereja dan hotel.

Di sebuah provinsi di wilayah barat laut Sri Lanka, massa menyerang masjid dan toko, dan polisi setempat mengatakan satu orang terbunuh.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan dan memberlakukan jam malam sampai waktu yang tidak ditentukan.

Ketegangan meningkat sejak kelompok militan Islam melakukan serangan bom bunuh diri tiga pekan lalu yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Dilaporkan Reuters, Selasa (14/5/2019), di sejumlah kota, polisi mengeluarkan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang perusuh.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

15 hari lalu

Horor! Serangan Bom Hantam Pos Polisi di Pakistan, 12 Orang Tewas

3 bulan lalu

19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba

6 bulan lalu

Menteri Energi Sri Lanka Mundur di Tengah Krisis, Dituduh Korupsi Impor Batubara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal