Ketika Trump Bela Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa saat Bicara dengan Netanyahu

Anton Suhartono
Donald Trump secara eksplisit meminta Israel menahan diri dan tidak memprovokasi pemerintahan Ahmad Al Sharaa (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Percakapan telepon antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkap dinamika baru dalam hubungan kedua negara, terutama terkait sikap Washington terhadap Suriah di bawah Presiden Ahmad Al Sharaa

Menurut laporan portal berita Axios, yang mengutip keterangan sumber pejabat Gedung Putih, Trump secara eksplisit meminta Israel menahan diri dan tidak memprovokasi pemerintahan Damaskus, posisi yang jarang terdengar dari pemimpin AS.

Percakapan itu awalnya berfokus pada situasi gencatan senjata di Gaza. Netanyahu mengatakan dirinya sudah berusaha yang terbaik untuk menegakkan perdamaian, meski Israel telah membunuh lebih dari 350 warga Gaza dan melanggar hampir 500 kali kesepakatan gencatan senjata sejak 10 Oktober.

Namun tensi pembicaraan berubah ketika Trump menyinggung operasi militer Israel di Suriah.

Trump Minta Israel Santai Hadapi Suriah

Dalam percakapan tersebut, Trump memberi peringatan tegas kepada Netanyahu agar tidak memperkeruh suasana dengan Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa. Dia meminta Israel mengurangi serangan atau aktivitas militer yang dapat memicu ketegangan regional.

Pejabat AS yang mengetahui percakapan itu menyebut, Netanyahu sempat mengubah nada bicara saat mendengar arahan tersebut, indikasi bahwa permintaan Trump tidak sepenuhnya sejalan dengan posisi Israel.

Trump sebelumnya juga meminta Israel untuk membangun dialog yang kokoh dan jujur dengan Damaskus sekaligus menghindari tindakan yang dapat menghalangi “masa depan Suriah yang sejahtera”.

Isyarat Perubahan Sikap AS di Timur Tengah?

Pernyataan Trump dianggap banyak analis sebagai sinyal perubahan kebijakan Washington. Jika selama ini AS cenderung memberi ruang luas bagi operasi Israel di Suriah, kini Trump justru terlihat membela stabilitas pemerintahan Al Sharaa, atau setidaknya menolak aksi Israel yang dianggap berisiko memperluas konflik.

Dengan meminta Israel “bersantai”, Trump tampak ingin menghindari eskalasi yang dapat membuka front baru di Timur Tengah, terutama saat Gaza masih berada dalam ketegangan akibat pelanggaran gencatan senjata.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Nasional
14 jam lalu

Istana Siap Dialog dengan MUI, Bahas Keterlibatan RI di Dewan Perdamaian Gaza

Internasional
15 jam lalu

Berubah, Trump Berharap Capai Kesepakatan Nuklir dengan Iran

Internasional
16 jam lalu

Trump Sembunyikan Rencana AS terhadap Iran kepada Pemimpin Arab, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal