Kisah Perempuan Iran yang Diburu karena Lepas Hijab saat Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Azam Jangravi berpose saat wawancara dengan Reuters di lokasi yang tidak diungkap, 7 Februari 2019. (FOTO: REUTERS)

Sejak Revolusi Iran 40 tahun lalu yang jatuh pekan ini, para perempuan Iran diwajibkan mengenakan hijab untuk menjaga kesopanan. Mereka yang melanggar akan ditegur di depan publik, didenda, atau ditahan.

Azam merupakan salah satu dari 39 perempuan yang ditahan tahun lalu terkait unjuk rasa mengenai hijab, menurut Amnesty International. Sebanyak 55 perempuan lainnya ditahan karena aktivitas mereka membela hak-hak perempuan, termasuk para perempuan yang mencoba memasuki stadion-stadion sepak bola secara ilegal dan para pengacara yang membela perempuan.

"Pihak berwenang melakukan tindakan-tindakan ekstrem dan absurd untuk menghentikan kampanye mereka," kata Mansoureh Mills, peneliti Iran untuk Amnesty.

"Misalnya, menggeledah rumah-rumah untuk mencari emblem bertuliskan 'saya menentang pemaksaan penggunaan hijab'," ujarnya.

Emblem-emblem tersebut adalah bagian upaya untuk menekankan masalah hijab, selain kampanye agar perempuan mengenakan hijab putih pada setiap Rabu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Trump Ancam Iran Jelang Perundingan Damai: Kapal Perang AS Sedang Diisi Amunisi Lebih Kuat

Internasional
14 jam lalu

Tegas! Iran Sebut AS Bodoh jika Ikuti Keinginan Netanyahu Lanjutkan Perang

Internasional
14 jam lalu

Iran Bantah Serang Negara-Negara Arab Selama Gencatan Senjata, Tuduh Israel dan AS

Internasional
18 jam lalu

Momen Jet-Jet Tempur Pakistan Bentuk Perisai Lindungi Pesawat Delegasi Iran dari Serangan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal