Kisah Perjuangan Muslimah Rohingya Mendapat Status Kewarganegaraan AS

Anton Suhartono
Lila Mubarak (kanan) disumpah sebagai warga negara AS di Illinois pada 10 Februari 2020 (Foto: AFP)

CHICAGO, iNews.id - Seorang muslimah etnis Rohingya, Lila Mubarak, mengungkapkan rasa senang bisa menjadi warga negara Amerika Serikat (AS). Dia kini memulai kehidupan baru di Chicago, kota terbesar ketiga AS.

Etnis Rohingya tak diberi status kewarganegaraan oleh Pemerintah Myanmar karena mereka dianggap bukan suku asli meskipun sudah mendiami Negara Bagian Rakhine selama puluhan tahun.

Perempuan berusia 27 tahun itu mengisahkan lika-liku perjuangannya untuk mendapatkan status kewarganegaraan AS, beberapa tahun setelah melarikan diri dari penyiksaan di oleh tentara Myanmar.

"Saya sangat senang menjadi warga negara AS karena saya tidak memiliki kewarganegaraan. Ini adalah yang pertama bagi saya," kata Lila, di New York, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (22/2/2020).

Sempat muncul kekhawatiran dari Lila dan muslim Rohingya lainnya bahwa mereka tak akan diterima di AS. Kekhawatiran itu dipicu kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang memperketat masuknya imigran. Ada sekitar 8.000 muslim Rohingya yang kini berada di AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal