Kisah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dari Menduduki Kekuasaan hingga Kabur ke Uni Emirat

Anton Suhartono
Ashraf Ghani (Foto: Reuters)

Usai invasi AS pada 2001, dia kembali ke Afghanistan untuk pertama kali atau setelah lebih dari 25 tahun. Setelah itu dia menjabat menteri keuangan selama 2 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Hamid Karzai.

Kariernya di masa awal moncer bukan karena dukungan dari dalam tapi dari luar negeri, menjadi orang kepercayaan lembaga-lembaga donor internasional. Di samping itu dia terus menulis opini di surat kabar serta berbicara di konferensi. Bahkan, puncaknya dia disebut-sebut sebagai calon Sekretaris Jenderal PBB.

Setelah itu dia sempat mencalonkan diri sebagai presiden pada 2009, namun gagal menang. Ghani lalu bergabung dengan beberapa politisi kenamaan Afghanistan, termasuk panglima perang Abdul Rashid Dostum, dan memenangkan jabatan presiden 5 tahun kemudian.

Ada beberapa pernyataannya yang menjadi blunder semasa menjabat presiden. Salah satunya dia mengatakan pasukan keamanan Afghanistan akan mengalahkan Taliban sehingga pasukan koalisi yang dipimpin AS bisa meninggalkan negaranya pada 2021.

Analisis bahwa pasukan koalisi keluar tahun ini memang tepat, tapi alasannya bukan karena Taliban berhasil dikalahkan, justru sebaliknya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
16 jam lalu

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali...

19 jam lalu

Tak Sebut Nama AS, PM Jepang Takaichi: Cukup Negara Kami yang Dibom Atom!

20 jam lalu

Nah, Jenderal Kepala Staf Gabungan AS Sebut Militernya Tak Akan Menang Perang Lawan Iran

20 jam lalu

Iran: AS-Israel Kehabisan Kata-Kata untuk Jelaskan Kegagalan Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal