Kisah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dari Menduduki Kekuasaan hingga Kabur ke Uni Emirat

Anton Suhartono
Ashraf Ghani (Foto: Reuters)

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membuka dialog dengan Taliban dalam upaya mengakhiri perang sehingga bisa menarik pasukannya dari Afghanistan. Ironisnya, Trump tak melibatkan Ghani dalam pembicaraan itu. 

Trump ingin menarik pasukannya dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan untuk Afghanistan dari Taliban. Lalu pemerintahan Joe Biden melanjutkan dengan benar-benar menarik sepenuhnya pasukan AS, paling lambat pada 31 Agustus.

Keputusan Biden justru membuka jalan bagi Taliban untuk merebut satu per satu kota penting sejak Mei atau saat penarikan pasukan AS dimulai. Puncaknya Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus dan merebut pemerintahan.

Ghani menolak seruan mundur namun dia sepakat dibentuknya pemerintah transisi sebelum Taliban mengambil alih sepenuhnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Trump Tak Akan Kerahkan Militer Rebut Greenland, tapi...

Internasional
10 jam lalu

Pertama sejak 128 Tahun, Amerika Berusaha Legalkan Pencaplokan Greenland melalui UU

Internasional
18 jam lalu

Diam-Diam, Amerika dan Iran Jalin Komunikasi soal Demo Rusuh dan Nuklir

Internasional
21 jam lalu

Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal